Cerita Secangkir Kopi

April hari ke-22.
Perlahan namun dengan sangat pasti, kau mulai menyelinap diantara rongga hati yang kian sesak oleh luka dan kenangan, juga oleh kecewa dan terlupakan.

Aku suka caramu, yang tidak terburu-buru tapi membuatku terpaku, pelan tapi cukup membuatku rindu.
Kau datang dengan tawaran secangkir kopi mu, lalu bertanya perihal selera ku.
Kopi apa yang paling aku suka? Tanyamu
Aku jawab saja, secangkir kopi dengan rasa yang baru, juga dengan cangkir yang berbeda dari biasanya.

Kau pasti paham apa maksudku, aku telah bosan menyeruput rasa pahit, apalagi dengan cangkir luka yang lama.
Aku tak ahli dalam hal menerka rasa, yang ku paham adalah sebuah bahagia yang mulai kurasa tatkala berpapasan dengan cerita secangkir kopi mu.

Entah hanya sekedar bahagia atau memang sungguh cinta, yang jelas kau telah berhasil mengetuk, dan kuharap selanjutnya kau akan coba untuk masuk, semoga saja.
Sekali lagi,

Terimakasih telah datang dan membuatku belajar melupakan.
#sajakbaratdaya

About The Author

2 Comments

  1. Risang June 12, 2017 Reply

Reply

Leave a Reply