LANDAK: RUMAH RADAKNG SAHAM YANG MEMPESONA

Injeh Diri’ Ampus Ka’ Landak! Ayo Kita Main Ke Landak (Land of Dayak)

Perjalanan mengelilingi Indonesia selalu menawarkan berbagai pengalaman unik dan menarik. Beberapa waktu yang lalu kami bertolak ke Kabupaten Landak, Kalimantan Barat untuk menjelajahi berbagai potensi wisata di Tanah Dayak. Perjalanan kali ini lebih seru karena kami menjelajahi Kabupaten Landak bareng kak @ukiwardoyo. Tujuan pertama kami adalah Rumah Radakng Saham.

4 jam perjalanan menuju Kabupaten Landak tak begitu terasa karena rasa penasaran kami akan Rumah Radakng Saham sebagai rumah adat Suku Dayak tertua yang sudah berusia ratusan tahun. Kedatangan kami bersama Bupati Kabupaten Landak, Ibuk Karolin Margret Natasa, disambut meriah oleh tarian khas Dayak Kanayan yang bernama Tarian Jubata sebagai bentuk untuk meminta keselamatan. Para penari terlihat menawan dengan pakaian adat yang indah mempesona.

Tarian berlanjut saat kami memasuki Rumah Radakng Saham. Para penari mengganti formasi dan melakukan gerak baru yang lebih mempesona, Tarian Jonggan. Sebagai bentuk kegembiraan dan suka cita yang luar biasa. Sungguh gerakan yang sangat indah. Cantik luar biasa.

Rumah Radakng Saham atau Rumah Panjang ini terletak di Dusun Saham, Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Rumah Radakng Saham telah ada semenjak tahun 1875 dan masih dihuni oleh Suku Dayak hingga saat ini. Rumah ini memiliki panjang sekitar 180 meter dengan lebar sekitar 10 meter dan tinggi lantai sekitar 7 meter dari tanah serta dihuni oleh 35 kepala keluarga.

Pada zaman dahulu kala, Rumah Radakng Saham sengaja dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah dengan maksud untuk menghindari binatang buas yang masih banyak berkeliaran serta sebagai tempat pertahanan dari serangan antar-subsuku Dayak pada Zaman Ngayau, zaman dimana mencari kepala manusia sesama suku Dayak masih ada.

 

Bahan dasar bangunan Rumah Radakng Saham menggunakan Kayu Ulin atau biasa dikenal sebagai Kayu Besi yang mampu bertahan lama melawan waktu. Selain itu bentuk rumah yang memanjang ternyata dibuat secara bertahap. Ketika salah satu anggota keluarga penghuni Rumah Radakng Saham menikah dan berkeluarga, maka akan dibangun bilik yang baru sehingga semakin panjang hingga seperti sekarang.

Tak jauh dari Rumah Radakng Saham terdapat sebuah tempat yang sangat sakral dan menyimpan aura spiritual yang luar biasa. Panyugu, sebuah tempat ibadah Suku Dayak yang penuh magis. Panyugu telah ada sejak tahun 1800-an, memiliki bentuk seperti rumah kayu tua tanpa dinding tinggi pada setiap sisinya. Di dalamnya terdapat sepasang patung manusia yang disebut Pantak dengan bentuk tangan seperti meminta. Terdapat pula althar, pahar atau nampan, tempayan, tangki atau kendi, dan beberapa mangkuk di atas tangki.

Perjalanan ke Kabupaten Landak memberikan kami pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Ada berbagai macam pengetahuan dan pengalaman baru yang kami dapatkan di Tanah Dayak ini. Berbagai kisah, mitos, sejarah dan keindahan alam masih menanti untuk dijelajahi.

Salam pejalan!

 

About The Author

Reply

Leave a Reply