Menepi Sejenak Ke Pangalengan

Menepi Sejenak Ke Pangalengan

Jika ditanya salah satu tempat favorit untuk liburan singkat dan menepi, sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta tapi menyajikan sebuah panorama alam yang luar biasa, saya akan menjawab Pangalengan adalah pilihan terbaik. Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pangalengan terletak 40 km di selatan Kota Bandung atau sekitar 29 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang.

Peta Kecamatan Pangalengan

Perjalanan ke Pangalengan kali ini saya mulai dari Jakarta. Seperti biasa, saya berangkat dari Jakarta mengendarai sepeda motor melalui jalur puncak dan beristirahat di Kota Bandung terlebih dahulu. Dari Bandung saya bertemu beberapa orang teman yang sebelumnya sudah terlebih dahulu janjian untuk berlibur bersama di Pangalengan. Kami melanjutkan perjalanan bersama-sama ke Pangalengan sekitar jam 13.00. Perjalanan ke Pangalengan ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam, tergantung kondisi jalan apakah sedang padat atau sepi.

Sesampainya di Pangalengan, jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Biasanya saya dan kawan-kawan akan mengeksplor tempat-tempat indah di Pangalengan di pagi hari dan akan beristirahat datu malam di Pangalengan. Kali ini saya dan kawan-kawan akan beristirahat di salah satu villa indah di Pangalengan, namanya adalah Shinta Corner Ranch and Resort, sebuah tempat yang nyaman dengan desain vintage ala rumah cabin.

Udara pangalengan yang sangat dingin hingga membuat saya dan kawan-kawan harus mencari tempat menginap yang mempunyai fasilitas perapian di dalam ruangan. Di Shinta Corner ada beberapa tipe kamar yang dilengkapi dengan perapian di dalam ruangan dengan tungku yang didesain ala rumah eropa di musim dingin. Malam yang dingin di Pangalengan kami lalui dengan kehangatan di dalam ruangan villa ini.

 

Di sini juga ada fasilitas air panas untuk mandi, jadi jangan khawatir kedinginan saat mandi pagi ya. Fasilitas lain seperti selimut hangat dan juga bisa meminta extra bed jika dibutuhkan.

Untuk tipe kamar di Shinta Corner, mereka menyediakan cukup banyak pilihan mulai dari kapasitas 3 orang sampai dengan villa dengan kapasitas lebih dari 8 orang. Untuk informasi lengkap dan pemesanan kawan-kawan bisa menghubungi di nomor : 08112197001 . Untuk pemesanan online kawan-kawan juga bisa memesan melalui Traveloka di link berikut: Shinta Corner .

Rekomendasi tempat indah yang wajib dikunjungi di Pangalengan

Setelah menginap satu malam di Shinta Corner, paginya saya dan kawan-kawan mengeksplor keindahan alam pangalengan, mulai dari Situ Cileunca hingga Cukul Sunrise Point. Berikut beberapa foto yang saya ambil di Situ Cileunca dan Cukul Sunrise Point.

  1. Sepanjang jalan menuju Situ Cileunca

View this post on Instagram

When I traveling, one of my favorite thing is to see the mist in the morning among the trees. It makes me feel very peaceful. 🍃🌳☁️ #BaratdayaJourney _____________________________ TEORI KOPI DAN HATI Mei, Hari ke-14. Sebuah tulisan lama, dan diposting ulang. Katamu teori-teori tentang kopiku teramat rumit bagimu. Entah kau sedang berpura-pura tidak memahami, atau kau memang ingin memberi kesempatan aku untuk menjelaskannya lagi. Tapi kau salah, ada satu hal lagi yang sebenarnya jauh lebih rumit dari itu, dari serangkaian teori-teori itu. Yaitu; Rasa, Rasaku yang lebih rumit dari apa yang aku pikirkan, lebih dalam dari apa yang aku harapkan, lebih indah dari sekedar yang aku ekspektasikan. Tapi juga lebih mematikan dari hatiku yang dulu pernah patah dan dipatahkan. Kau yang datang ditengah kemelut, jangan pergi meninggalkan kusut. Tatkala ketidaksengajaan mempertemukan, kuharap berujung pada kesempatan. Aku memilih untuk menyeduhkan secangkir kopi untukmu, lalu mulai bercerita tentang makna dari rasanya, juga sedikit aku sisipkan rasaku diantara teori kopiku. Diantara aroma dan derita, aku tawarkan secangkir rasa yang paling nikmat, dan makna yang berujung harap. Diantara hiruk-pikuk malam di jalan-jalan kota, aku ajak kau menepi sambil mengopi untuk sekedar berbagi, lalu saling bertukar makna hidup dan kehidupan bagi kita. Selamat malam, secangkir cerita dengan rasa yang baru. Jangan lupa seduh kopinya, tapi jangan campurkan dengan gula, karena lebih baik pahit saja yang kau rasakan, daripada rasa manis yang dibuat-buat. Nikmati saja pahitnya, lalu tunggu sampai nikmatnya kau rasa, kadang pahit juga bisa dinikmati, seperti kopi. #sajakbaratdaya #ceritasecangkirkopi

A post shared by Travel Blogger | Uda Dendy (@baratdaya_) on

2. Situ Cileunca sebelum matahari terbit

View this post on Instagram

BABAK AKHIR #KisahKelana . Nah usaha gue untuk kembali produktif mengolah konten akhirnya sedikit menampakan hasil. Mencoba mengumpulkan kembali file-file foto dan video di dalam hardisk. Ternyata, hampir 2TB dokumentasi perjalanan berupa foto dan video yang belum diolah dibiarkan terlantar begitu saja di dalam hardisk. . Wah tak terasa, sudah 5 tahun berjalan, misi keliling Indonesia sambil membuat konten dan membagikan cerita sudah sampai babak akhir. Jika tak ada aral melintang, penghujung tahun ini tamat sudah misi perjalanan #BaratdayaKelilingIndonesia dan insyaaAllah memulai perjalanan baru yang jauh akan lebih menantang. . Apalagi saban hari si tengil @jangandiamterusbackpacker yang dengan sangat kurang ajar memberi racun lewat petualangannya yang tak masuk di akal di India. Belum lagi si @catatanbackpacker yang terus meracuni untuk mencoba berkelana di negara asing. Aih! Kalian kurang ajar! Ya sudah, aku tamatkan dulu Nusantara ini, keluarkan sebuah karya akhir, semacam Tugas Akhir Pengelanaan Nusantara (TAPN) 😅 . Angkat ransel lagi, berkelana lagi, kaki sudah mulai tak tahan untuk kembali menginjak tanah asing. Amboy! #BaratdayaJourney

A post shared by Travel Blogger | Uda Dendy (@baratdaya_) on

3. Sunrise Point Cukul

View this post on Instagram

MENEPI. Salah satu yang paling aku suka ketika berkelana adalah, berinteraksi dengan alam. Mendengar suara-suara alam, burung-burung berkicau di pagi hari, matahari yang muncul dari ufuk timur dan menghangatkan, bau rumput dan pepohonan yang tertiup angin. Semua itu seperti memberikan energi baru bagiku. . Itulah kenapa, paling tidak, sekali dalam satu bulan aku selalu menyempatkan diri untuk pergi ke alam. Terkadang hanya untuk menyaksikan matahari terbit, atau menikmati matahari tenggelam. Jadi, kapan kita jalan lagi? . cc : @ekisepriandi @dimataroy @irfanta_ @aldiyahyaa @_absoll @lawanbatas @jangandiamterusbackpacker @akbarhendar @garut_turunankidul @sayaveegan #BaratdayaJourney #BaratdayaBandung #BaratdayaKelilingIndonesia

A post shared by Travel Blogger | Uda Dendy (@baratdaya_) on

 

Itulah beberapa destinasi yang wajib kamu kunjungi ketika berlibur ke Pangalengan sebagai alternatif jika Bandung dirasa terlalu padat saat hari libur.

Seperti biasa, saya selalu memetik sedikit hikmah dari perjalanan yang bukan sekedar liburan ini. Dari perjalanan ini Saya belajar, bahwa semua tempat di negeri ini memiliki keindahannya masing-masing. Tak perlu jauh-jauh untuk menemukan keindahan-keindahan itu, hanya saja kita yang harus merubah sudut pandang kita kearah yang lebih positif.

Perjalanan yang baik menurut Saya akan sampai kepada tempat yang baik pula, dan akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik pula. Bukan sekedar tujuan akan suatu destinasi yang semestinya kita utamakan, tapi bagaimana sebuah proses demi proses yang kita lewati. Salam Pejalan!

Leave a Reply